Selasa, 02 Agustus 2011

Tugas Praktik Manajemen Organisasi Kelembagaan Islam


MANAJEMEN ORGANISASI KELEMBAGAAN ISLAM

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Kehidupan masyarakat modern seperti saat ini ditandai denga perubahan pesat di segala bidang. Karena berbagai perubahan inilah, aspek-aspek lain juga mendapat perhatian khusus agar berjalan sesuai harapan. Sebagai pranata sosial islam, masjid adalah salah satu aspek yang harus diperhatikan agar mampu menjadi lembaga yang memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada di sekitarnya, baik kebutuhan spiritual maupun material. Kebutuhan yang pertama tampaknya tidak perlu diragukan lagi karena fungsi ekspresi keberagamaan. Sementara itu, tujuan masjid untuk menjadi sarana pemenuhan kebutuhan material mutlak memerlukan pengelolaan yang baik.
Imam Shadiq dalam al-kafi yang dikutif oleh Murtadha Muthahhari, pernah mewasiatkan “ Barangsiapa yang mengerti tentang zaman, tak akan dikejutkan oleh serbuan segala yang membingungkannya.”
Maksud nasihat diatas tidak lain bagaimana untuk menyikapi berbagai bentuk perubahan. Salah satu strategi menyikapi perubahan ialah dengan cara memahami kondisi zaman  yang dihadapinya secara utuh. Salah satu ciri orang modern ialah mereka selalu berupaya meyelesaikan masalah produkktivitas dengan cara bekerjasama denga orang lain dalam sebaah organisasi. Organisasi dipandang sebagai sarana atau wadah yang dapat mengantarkan kepada tujuan secara lebih efektif dan efesien. Oleh karena itu, yang terpenting bagi seseorang ketika merambah bidang organisasi, yakni organisasi dan manajemen.

Perkataan organisasi berasa dari kata “organisme” yang berarti bagian-bagian  yang terpadu dimana hubungan satu sama lain diatur oleh hubungan terhadap keseluruhannya. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa organisasi terdiri dari lebih dari satu orang. Dengan penjelasan tersebut dapat dirumuskan bahwa organisasi merupakan wadah dan struktur serta proses kegiatan sekelompok orang yang bekerjasama atas dasar hubungan rasional dan formal menurut tatanan hierarki untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Sementara itu manajemen mengacu pada proses mengkoordinasi dan mengintegralisasi kegiatan-kegiatan kerja agar diselesaikan secara efektif dan efesien dengan dan melalui orang lain. Bahkan, boleh dikatakan bahwa efesien dan efektif ini merupakan dua prinsip mendasar yang melahirkan berbagai tindakan dalam manajemen. Efisien mengacu pada hubungan antara masukan (input) dan pengeluaran (out put) yang bertujuan untuk meminimalisir biaya-biaya sumber daya. Sedangkan efektif ialah berkaitan dengan tercapainya atau tidaknya sebuah tujuan.
Berkenaan dengan hal ini, pengelolaan masjid menempati posisi sangat penting  dan sekaligus kompleks karena berupaya untuk mencapai tujuan-tujuan agar lebih efektif dan efesien. Cara dan pola kerja yang efektif fan efesien ini tidak dapat dilakukan oleh satu atau dua orang saja, apalagi mengurus masjid yang artinya hampir sama denggan mengelola umat itu sendiri.
Dalam konsep modern pengelolaan yang sistematis dan profesional itu membutuhkan upaya-upaya terorganisir dalam lingkup manajemen masjid. Dalam proses pelaksanaannya, agar organisasi masjid berjalan sesuai cita-cita islam dibutuhkan usaha pengelolaan dan manajemen yang baik dan benar. Dalam manajemen secara garis besar menurut Ayub terbagi menjadi dua bidang , Pertama, Physical Management (Manajemen Fisik),Kedua, Functional  Management (Manajemen Fungsional).
Manajemen Fisik adalah manajemen yang meliputi kepengurusan masjid, pengaturan pembangunan fisik masjid, pemeliharaan tata tertib, pengaturan keuangan dan administrasi dan pemeliharaan tempat-tempat di sekitar masjid. Sementara Manajemen Fungsional adalah pengaturan tentang pelaksanaan fungsi masjid sebagai wadah pembinaan umat, pusat pembangunan umat dan pembinaan  akidah dan akhlak mulia serta fungsi-fungsi lainnya.
Termasuk ke dalam unsur manajemen fisik adalah pengorganisasian secara lengkap dan struktur masjid. Supardi mencatat setidaknya ada empat unsur penting dakam sebuah organisasi masjid yakni: Imam masjid, manajer atau ketua dewan keluarga masjid (DKM), tata usaha (Sekretaris dan bendahara) dan operasional (pendidikan, sosial dan usaha). Keempat hal tersebut merupakan unsur-unsur yang amat penting dalam pengembangan manajemen masjid secara fisik dan struktur organisasi sebuah masjid. Adanya koordinasi dan komunikasi yang tejalin secara efektif akan melahirkan tindakan-tindakan efektif, sehingga dapat mencapai tujuan bersama secara lebih mudah.
Melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh berbagai unsur diatas, masjid diharapkan dapat memiiliki nilai tambah karena memiliki hubungan yang baik dengan pihak luar dan sekaligus dapat menggalang dana untuk kepentingan masjid dalam jangka pendek dan untuk kepentingan pemberdayaan umat dalam jangka panjang. Dalam kegiatan semacam ini, sebuah masjid mampu memainkan pernanya secara lebih optimal melalui penerapan manajemen.
Selain dari itu, untuk membantu lancarnya manajemen organisasi masjid mesti ditunjang oleh tertibnya kegiatan admiinistrasi. Terlebiih masjid-masjid dewasa ini memiliki fungsi-fungsi yang lebih kompleks dan spesifik. Administrasi bisa merupakan cerminan berjalan atau tidaknyya roda organisasi. Administrasi adalah mengurus, menuntun, atau mengendalikan organisasi ke arah tujuan untuk mewujudkan tujuan itu.
Tidak berbeda dengan fenomena dalam berbagai organisasi lainnya, pada organisasi berbasis masjid pun administrasi biasanya juga berkenaan dengan hal yang sama yakni surat-menyurat dan pengarsipan dokumen. Kegiatan ini kelihayannya sepele, namun sangat vital jika tidak berjalan, karena administrasi dapat mmerupakan pusat data sebuah organisasi. Hanya orang-orang yang benar-benar teliti yang mampu mengerjakannya dengan baik. Untuk mengarahkan para pengurus masjid, diperlukan kader-kader da’i yang berwawasan pembangunan yangg dibekali pengetahuan yang mumpuni dan komprehensif. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan pendidikan khusus mengenai berbagai skill atau keahlian. Pendidikan ini bertujuan untuk mendidik kader-kader yang dijaring dari kalangan muda terpelajar. Skill atau keahlianyang harus dimiliki oleh seorang pengurus atau pengelola sebuah organisasi secara umum mencakup 3 macam keahlian, yakni: keahlian sosial-kemanusiaan (human skill), keahlian manajerial (managerial skill), dan keahlian teknis (technical skill).
Keahlian yang berhubungan dengan manusia adalah kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan menyampaikan gagasan dan bekerjasama dengan pihak lain. Sementara itu keahlian manajerial atau keahlian dalam hal pengelolaan organisasi ialah memiliki keahlian untuk mengatur, merencanakan,, mengorganisasi, melaksanakan dan mengevaluasi berbagai bentuk kegiatan yang diselenggarakan agar sesuai dengan harapan. Sedangkan keahlian Teknis  berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk terjun secara praktis untuk mengelola secara langsung dan biasanya berhubungan dengan alatalat dan sarana penuunjang tercapainya tujuan organisasi.
Selain kualifikasi skill atau keahliian diatas, kinerja seorang administrator masjid dapat disesuaikan dengan tugas dan tanggung jawab seperti digambarkan dalam struktur organisasi masjid sebagai salah satu bentuk pengorganisasian khususnya dalam lankah departementasi dan job description atau pembagian tugas, karena ia merupakan cerminan sebuah organisasi.
Struktur organisasi merupakan salah satu acuan umum bagi organisasi untuk memahami masing-masing tugas setia lini. Penjelasan dan pembagian kerja merupakan upaya yang dilakukan untuk membuat garis pedoman yang jelas dipahami secara merata, sehingga masing-masing  lini bertanggung jawab terhadap tuugas dan wewenang masing-masing.
Pusat Dakwah Islam Jawa Barat (Pusdai Jabar) secara fisik adalah bangunan masjid –Masjid Pusdai Jabar. Namun sebagai lembaga, Pusdai adalah lembaga dakwah atas fasilitas Pemprov Jabar untuk menjadi sentral pemrograman, pembinaan, dan pengembangan syiar Islam di wilayah Jawa Barat. Lembaga ini –bersama Masjid At-Ta’wun Puncak Bogor– berada di bawah kendali Yayasan Darma Bakti, sebuah yayasan yang berada di bawah naungan Pemprov Jabar.
Dalam struktur organisasi, Pusdai yang dulunya bernama Islamic Centre Jawa Barat ini dipimpin oleh seorang Direktur (kini dijabat oleh Drs. H. Zaenal Abidin, M.Ag) yang membawahkan empat bidang: Bidang Kajian Informasi dan Kemasyarakatan (KIK), Bidang Administrasi dan Keuangan (Adkeu), Bidang Pelayanan Ibadah dan Haji (PIH), serta Bidang Pendidikan dan Dakwah (Dikda).
Masjid Pusdai adalah bangunan utama di Kompleks Pusdai. Di sekeliling masjid terdapat berbagai ruang –termasuk ruang seminar, perpustakaan, dan sebagainya– sebagai kantor pengurus dan aktivis Pusdai.
Kompleks Pusdai berada di Jln. Diponegoro 63 Bandung, tak jauh dari Gedung Sate dan Lapaangan Gasibu Bandung, dan Kompleks Pusdai bersebelahan dengan Gedung RRI Bandung.
Gagasan pendirian Pusdai tercetus tahun 1978. Keputusan pembangunannya sendiri baru disetujui pada era 80-an. Rumitnya faktor pembebasan tanah seluas 4,5 Ha membuat pembangunan Pusdai baru bisa dimulai sekitar tahun 1992. Setelah sempat terhenti beberapa kali, akhirnya pembangunan PUSDAI Jabar rampung pada tahun 1997.
Salah satu sarana unik yang ada di sini adalah galeri Al-Qur’an Mushaf Sundawi yang berada di bagian timur bangunan. Al Qur’an ini dibuat dengan tulisan yang diperkaya dengan motif-motif Islami khas Sunda, seperti misalnya motif batik Sunda dan motif tanaman-tanaman khas Jawa Barat.
Selain menyelenggarakan berbagai aktivitas ibadah sejumlah kegiatan lainnya rutin diselenggarakan oleh Pusdai, di antaranya adalah kuliah dhuha tiap hari Ahad di ruang seminar (09.00-10.30 WIB), kursus berbagai bahasa asing, kajian tafsir, diskusi keislaman, dan seminar, dan sebagainya .
Sejumlah rute angkutan kota maupun bis kota melewati Kompleks Pusdai, di antaranya: Angkot jurusan Cicaheum-Ciwastra, Riung Bandung-Dago, Cicaheum-Ciroyom, Cicaheum-Ledeng, ST Hall-Sadang Serang, Caringin-Dago, Gedebage-Awiligar, dan bis kota jurusan Dipatiukur-Jatinangor.
Adapun yang menarik perhatian penulis untuk meneliti tempat tersebut adalah penulis ingin mengetahui kegaiatan-kegaiatan dakwah apa saja yang dilakukan serta manajemen pengelolaan yang dilakukan oleh seluruh pengurus masjid tersebut atau yang kita kenal dengan PUSDAI (Pusat Dakwah Islam) Jawa Barat.

B.     Perumusan Masalah
Berdasarkan permasalah yang telah diuraikan di atas, maka masalah yang akan diteliti dalam pembuatan laporan penelitian ini dirumuskan dalam bentuk Judul “Proses Penerapan Manajemen Pengelolaan Sumber Daya di PUSDAI (Pusat Dakawah Islam)”. Dalam masalah sebagai berikut:
1.      Bagaimanakah proses penerapan manajemen pengelolaan Sumber daya yang ada di PUSDAI pada tiap periode meliputi: perencanaan, pengorganisasian,  pelaksanaan kegaiatan serta pengevaluasian suatu kegiatan yang telah dilaksanakan.
2.      Faktor-faktor  apa saja yang menghambat serta mendukung dalam proses penerapan manajemen pengelolaan sumber daya yang ada di PUSDAI.
3.      Adakah pengaruh dalam proses penerapan manajemen sumber daya yang ada terhadap jemaah yang berada di sekitar PUSDAI khususnya maupun jemaah luar pada umumnya.

C.    Tujuan Penelitian
Dalam melakukan penelitian, setiap peneliti mempunyai tujuan yang telah ditentukan, adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian masalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Akan mendeskripsikan prores penerapan manajemen pengelolaan sumber daya yang ada di PUSDAI (Pusat Dakwah Islam) yang bekaitan dengan perencanaan, penggorganisasian, pelaksanaan serta pengevaluasian kegiatan.
2.      Ingin mengetahui serta menemukan faktor-faktor yang menghambat dan mendukung dalam proses penerapan manajemen pengelolaan sumber daya yang ada di PUSDAI (Pusat Dakwah Islam).
3.      Akan menjelaskan pengaruh proses penerapan manajemen pengelolaan sumber daya yang ada di PUSDAI (Pusat Dakwah Islam) terhadap jemaah.

D.    Kegunaan Penelitian
Adapun hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk:
1.      Bahan informasi untuk menambah pengalaman serta pemikiran tentang  manajemen pengelolaan suatu lembaga baik itu masjid ataupun yang lainnnya, khususnya lembaga masjid yang berada di Bandung wilayah pemerintahan Provinsi Jawa Barat,,
2.      Menambah perpustakaan tentang proses penerapan Manajemen pengelolaan di suatu lembaga.
3.      Bahan perbandingan terhadap kemajuan suatu lembaga yang satu dengan lembaga lainnya.
4.      Memenuhi salah satu tugas praktek dari mata kuliah Manajemen Organisasi dan Kelembagaan Islam.
E.     Langkah-Langkah Penelitian
Dalam penelitian ini dilakukan langkah-langkah penelitian sebagai berikut:
a.      Penentuan Lokasi
Lokasi penelitian yang penulis tuju adalah PUSDAI (Pusat Dakwah Islam) Jln, Diponegoro No.63 Bandung 40115 tidak jauh dari Gedung Sate dan Lapangan Gasibu Bandung, dan Kompleks Pusdai bersebelahan dengan Gedung RRI Bandung.
Adapun dalam pelaksanaan pengumpulan data dan informasi mengenai PUSDAI itu sendiri, digunakan teknik-teknik sebagai berikut:
1.      Observasi
Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data melalui pengamatan secara langsung atau tidak langsung terhadap proses penerpan manajemen pengelolaan sumber daya yang ada di PUSDAI, faktor-faktor yang menghambat dan pendukung dan faktor yang mempengaruhi dari proses penerapan Manajemen pengelolaan sumber daya yang ada tehadap masyarakat atau jemaah.
2.      Wawancara
Dengan teknik wawancara ini, baik secara berstruktur maupun tidak berstruktur, pengumpulan data dilakukan melalui komunikasi langsung dengan responden yaitu pengurus PUSDAI itu sendiri, beberapa karyawan setempat, masyarakat sekitar PUSDAI serta beberapa orang yang berkunjung ke PUSDAI yaitu mengenai proses penerapan manajemen pengelolaan sumber daya yang ada, faktor-faktor pengahambat dan pendukung serta faktor yang mempengaruhi proses penerapan manajemen pengelolaan sumber daya yang ada di PUSDAI tersebut.
3.      Studi Dokumentasi
Dengan teknik ini diharapkan mendapat data-data tertulis dalam dokumentasi yang di arsipkan oleh suatu lembaga atau PUSDAI itu sendiri,baik dalam bentuk gambar atau data-data lainnya.
4.      Studi Literatur
Dengan teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data-data teoritis tentang proses penerapan maanajemen pengelolaan sumber daya yang ada di PUSDAI itu sendiri.
b.      Teknik Analisa data
Analisa data yang digunakan dalam penelitiann ini adalah sebagai berikut:
1.      Teknik prosentase yaitu data yang telah terkumpul diproses dan dioerganisir kemudian diadakan prosentase.
2.      Teknik refleksi yaitu teknik penalaran dengan menghubung-hubungkan satu gejala atau lebih dengan gejala lain.

F.     Sistematika Pembahasan
Pembahasan laporan penelitian ini, di bagi menjadi lima bab sesuai dengan kebutuhan penulis, yaitu:
Bab pertama, merupakan bab pendahuluan yang berisikan tentang: latar belakang maslah, perumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, langkah-langkah penelitian dan sistematika pembahasan.
Bab kedua, menguraikan bab empirik yaitu prose penerapan manajemen pengelolaan sumber daya yang ada di PUSDAI (Pusat Dakawah Islam) meliputi: kondisi objektif lokasi penelitian PUSDAI (Pusat Dakwah Islam), sejarah PUSDAI (Pusat Dakwah Islam), kondisi fisik PUSDAI (Pusat Dakwah Islam), kondisi objektif jemaah di PUSDAI (Pusat Dakwah Islam), tujuan dan sasaran yang ingin di capai oleh PUSDAI (Pusat Dakwah Islam), Visi dan Misi PUSDAI (Pusat Dakwah Islam), Susunan Organisasi PUSDAI (Pusat Dakwah Islam), Perencanaan dan pengorganisasian proses penerrapan manajemen pengelolaan sumber daya yang ada di PUSDAI (Pusat Dakwah Islam), serta Pelaksanaan program dan pengawasan program proses penerapan manajemen pengelolaan sumber daya yang ada di PUSDAI (Pusat Dakwah Islam).
Bab ketiga, menguraikan tentang faktor-faktor penghambat dan pendukung terhadap proses penerapan manajemen penggelolaan sumber daya yang ada di PUSDAI (Pusat Dakwah Islam).
Bab keempat, menguraikan tentang faktor-faktor yang mempenggaruhi jemaah atas proses penerapan manajemen pengelolaan sumber daya yang ada di PUSDAI (Pusat Dakwah Islam).
Bab kelima, merupakan bab terakhir yang berisikan kesimpulan dan saran.

BAB II
PEMBAHASAN  EMPIRIS PROSES PENERAPAN MANAJEMEN PENGELOLAAN SUMBER DAYA YANG ADA DI PUSDAI (Pusat Dakwah Islam)

A.    Kondisi Objektif Lokasi Penelitian di PUDAI
1.      Kondisi Geografis PUSDAI (Pusat Dakwah Islam)
Pusat Dakwah Islam Jawa Barat (Pusdai Jabar) secara fisik adalah bangunan Masjid Pusdai Jabar. Namun sebagai lembaga, Pusdai adalah lembaga dakwah atas fasilitas Pemprov Jabar untuk menjadi sentral pemrograman, pembinaan, dan pengembangan syiar Islam di wilayah Jawa Barat. Lembaga ini bersama Masjid At-Ta’wun Puncak Bogor, dan Bale Asih berada di bawah kendali Yayasan Darma Asri, sebuah yayasan yang berada di bawah naungan Pemprov Jabar.
Dalam struktur organisasi, Pusdai yang dulunya bernama Islamic Centre Jawa Barat ini dipimpin oleh seorang Direktur (kini dijabat oleh Drs. H. Zaenal Abidin, M.Ag) yang membawahkan empat bidang: Bidang Kajian Informasi dan Kemasyarakatan (KIK), Bidang Administrasi dan Keuangan (Adkeu), Bidang Pelayanan Ibadah dan Haji (PIH), serta Bidang Pendidikan dan Dakwah (Dikda).
Masjid Pusdai adalah bangunan utama di Kompleks Pusdai. Di sekeliling masjid terdapat berbagai ruang termasuk ruang seminar, perpustakaan, dan sebagainya– sebagai kantor pengurus dan aktivis Pusdai.
Kompleks Pusdai berada di Jln. Diponegoro 63 Bandung, tidak jauh dari Gedung Sate dan Lapaangan Gasibu Bandung, dan Kompleks Pusdai bersebelahan dengan Gedung RRI Bandung.
Gagasan pendirian Pusdai tercetus tahun 1978. Keputusan pembangunannya sendiri baru disetujui pada era 80-an. Rumitnya faktor pembebasan tanah seluas 4,5 Ha membuat pembangunan Pusdai baru bisa dimulai sekitar tahun 1990. Setelah sempat terhenti beberapa kali, akhirnya pembangunan PUSDAI Jabar rampung pada tahun 1997.
Salah satu sarana unik yang ada di sini adalah galeri Al-Qur’an Mushaf Sundawi yang berada di bagian timur bangunan. Al Qur’an ini dibuat dengan tulisan yang diperkaya dengan motif-motif Islami khas Sunda, seperti misalnya motif batik Sunda dan motif tanaman-tanaman khas Jawa Barat.
Selain menyelenggarakan berbagai aktivitas ibadah sejumlah kegiatan lainnya rutin diselenggarakan oleh Pusdai, di antaranya adalah kuliah dhuha tiap hari Ahad di ruang seminar (09.00-10.30 WIB), kursus berbagai bahasa asing, kajian tafsir, diskusi keislaman, dan seminar, dan sebagainya.
Sejumlah rute angkutan kota maupun bis kota melewati Kompleks Pusdai, di antaranya: Angkot jurusan Cicaheum-Ciwastra, Riung Bandung-Dago, Cicaheum-Ciroyom, Cicaheum-Ledeng, ST Hall-Sadang Serang, Caringin-Dago, Gedebage-Awiligar, dan bis kota jurusan Dipatiukur-Jatinangor.

2.      Sejarah PUSDAI (Pusat Dakwah Islam)
Gagasan  pendirian Pusat Dakwah Islam (Pusdai) atau Islamic Center di Jawa Barat muncul tahun 1977-1978 , saat pemerintahan Provinsi Jawa Barat dipimpin  oleh Gubernur H. Aang Kunaefi (1975-1985 ).
Gagasan tersebut kemudian mulai menjadi pembicaraan hangat  di kalangan umat Islam Jawa Barat,  terutama sejak munculnya instruksi bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 9  dan  30/1979  tertanggal  29  Oktober  1979  tentang perlunya umat Islam menyambut Abad XV Hijriyah dengan meningkatkan kegiatan dakwah guna menyongsong  “Abad Kebangkitan Kembali Umat Islam.”
Tanggal  19  Oktober 1997, sejumlah ulama, da’i, pakar, cedekiawan, dan pejabat dari berbagai organisasi di Jawa Barat mengadakan diskusi di kantor Bappeda Jabar.  Dalam diskusi itu antara  lain berbicara Gubernur Jawa Barat, Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar,  Kakanwil  Departemen Agama Jabar,  perwakilan Angkatan  ‘45, dan lain-lain. Pada  intinya, mereka mendukung  rencana  pendirian Islamic Center di Jawa  Barat dan meminta pembangunannya segera dimulai.
Diskusi dilanjutkandalam di berbagai  kesempatan dan mencapai puncaknya pada Musyawarah Ulama dan Pemuka Agama Islam seluruh Jawa Barat tanggal 11  September 1980  di kampus Uswatun Hasanah,  Nagrek, Kabupaten Bandung. Dalam musyawarah disepakati untuk segera merealisasikan  gagasan pembangunan Islamic Center tersebut.
Dengan stok No. 593.8/SK. 133-Pem/82,  Gubernur Jabar H. Aang Kunaefi menetapkan, Pusat Pengembangan dan Pengkajian  Islam (Islamic Center) Jawa Barat  itu seyogianya dibangun sebagai satu kesatuan dengan  pembangunan Monumen Perjuangan  Rakyat Jawa Barat, Museum Perjuangan Rakyat  Jawa Barat, dan Lapangan Upacara Pemda Jawa Barat   di sekitar Jalan Japati dan Lapangan Gasibu Jalan Dipenonegoro Kota Bandung.
Setelah  terbit  stok  gubernur  tersebut,  dimulailah pembangunan Islamic  Center  yang diawali  dengan pembahasan lahan di daerah Cihaurgeulis, Sukamantri,  Jalan Diponegoro, dan Jalan  Supratman Kota Bandung.
Hampir 10 tahun (1982-1991)  Pemda Jabar melaksanakan pembebasan lahan dan pemindahan (relokasi)  penduduk yang ada di atas lahan. Untuk keperluan pembebasan lahan dan relokasi itu, Pemda Jabar mengeluarkan biaya sekitar Rp 20 milliar.
Setelah pembebasan lahan serta relokasi penduduk selesai, dimulailah pembangunan fisik Islamic Center (tahun 1992  berdasarkan izin PemdaKotamadya Bandung No. 583/637/II/DTK/92) di atas lahan seluas 4,5 Ha.

3.      Kondisi Fisik PUSDAI (Pusat Dakwah Islam)
Kini komplek Islamic Center atau Pusat  Dakwah  Islam  (Pusdai) Jabar berdiri megah dan menjadi salah satu kebanggaan umat Islam Jawa Barat. Secara fisik, kompleks Pusdai terdiri dari:
1.      Bangunan masjid (Masjid Pusdai) berkapasitas 4.600 orang
2.      Ruang Seminar Besar (Ruang Cendekia C) berkapasitas 100 orang.
3.      Ruang Seminar Kecil (Ruang Cendekia D) berkapasitas 40 orang.
4.      Gedung  Bale  Asri (Gedung Serba Guna) berkapasitas 2.000 orang untuk acara pertemuan,  seminar, resepsi, pameran, dan seagainya.
5.      Ruang Pameran Mushaf Sundawi.
6.      Ruang Perkantoran.
7.      Tempat Wudhu Pria dan Wanita
8.      Perpustakaan dan Lembaga Bahasa
9.      Kantin, Wartel, dan Café
10.  Area Parkir
11.  Ruang Multimedia.
12.  Ruang Lumbung Zakat Pusdai.
13.  Ruang Galeri Pusdai.
Seluruh bangunan kompleks Pusdai Jawa Barat itu telah menghabiskan biaya sebesar Rp 27 Milliar. Sebagian besar sumber dana diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat.
Secara  fisik, pembangunan berlangsung dari Tahun Anggaran 1991-1992  sampai  dengan  Tahun  Anggaran 1997/1998.  Bila  dihitung dari mulai munculnya gagasan  pembangunan Islamic Center tahun 1997/1998 sampai  dengan selesai pembangunan tahun 1997/1998, pembangunan Islamic Center (Pusdai) Jabar ini berlangsung  selama 20 tahun dan menghabiskan biaya sekitar Rp 49 Milliar.
Bangunan PUSDAI yang bersebelahan dengan RRI (Radio Republik Indonesia) Bandung ini dirancang oleh arsitek Slamet Wirasonjaya. Masjid dua lantai dan dilengkapi satu menara ini dapat menampung sekitar 4000 jamaah. Bentuk kubah pada masjid ini berbeda dengan kubah pada umumnya, Masjid PUSDAI memiliki ciri khas kubah berbentuk atap kayu simpang susun bertingkat. Rangka atapnya menggunakan struktur baja.
Interior masjid didominasi oleh batu marmer dan profil kayu serta dihiasi dengan sejumlah tulisan kaligrafi dengan hiasan motif etnis di beberapa bagian. Bagian mihrab yang dihiasi ornamen kayu dibuat leluasa dengan luas kurang lebih 30m2. Sayangnya penataan perangkat sound system di masjid ini masih kurang bagus, sehingga tidak semua bagian masjid dapat menerima suara dengan jelas (terlalu banyak gaung).
Selain bangunan utama masjid, PUSDAI ini dilengkapi pula dengan berbagai sarana untuk kepentingan syiar ummat diantaranya adalah Plaza, ruangan seminar besar dan kecil, perpustakaan elektronik, pusat bahasa, auditorium, Galeri Al Qur’an dan Laboratorium Al Qur’an, klinik kesehatan, kafetaria, dan area parkir yang luas. Koneksi antara bangunan satu dan lainnya dihubungkan oleh sejumlah koridor yang berfungsi untuk melindungi jamaah dari panas dan hujan.
1.      kondisi Objektif Jemaah di PUSDAI (Pusat Dakwah Islam)
Setelah mengadakan penelitian tentang kondisi jemaah yang berada di PUSDAI tersebut akhirnya penulis bisa menyimpulkan bahwa jemaah yang berada di lokasi tersebut terdiri dari berbagai macam golongan atau kelompok, misalnya: dari para karyawan, pedagang, pegawai negeri sipil, wiraswasta, masyarakat setempat yang berada di kompleks-kompleks, santri-santri dan ada juga dari kalangan pelajar atau mahasiswa.
2.      Tujuan dan Sasaran yang Ingin di Capai oleh PUSDAI (Pusat Dakwah Islam)
3.      Visi  PUSDAI (Pusat Dakwah Islam)
Visi
Sebagai kiblat dan uswah (teladan)  dalam dakwah Islam.
4.      Susunan Organisasi PUSDAI (Pusat Dakwah Islam)
5.      Perencanaan dan Pengorganisasian Proses Penerapan Manajemen Pengelolaan Sumber Daya yang ada di PUSDAI (Pusat Dakwah Islam)
a.      Perencanaan
Dalam organisasi dakwah, merencanakan di sini menyangkut merumuskan sasaran atau tujuan dari organisasi ataau lembaga dakwah tersebut, menetapkan strategi menyeluruh untuk mencapai tujuan dan menyusun hierarki lengkap rencana-rencana untuk menintegrasikan dan mengkoordinasikan kegiataan-kegiatan. Pada perencanaan dakwah menyangkut tujuan apa yang hars dikerjakan dan sasaran-sasaran bagaimana harus dikerjakan.
Menurut Mary Robins, perencanaan adalah suatu proses yang melibatkan penentuan sasaran dan tujuan organisasi atau lembaga, menyusun strategi menyeluruh untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan dan mengembangkan hierarki rencana secara komprehensif untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan kegiataan.
Dari pengertian di atas, perencanaan juga merupakanb sebuah proses untuk mengkaji aapa yang hendak dikerjakan di masa yang akan datang. Komponen perencanaan bisa dalam jangka pendek (Short Planning) dan jangka panjang (Long Planning).
Secara general tugas dari perncanaan yang paling utama adalah menentukan saasaran. Menentukan sasaran yang ingin diccapai serta pembagiannya menjadi sasaran-sasaran yang bersifat prioritas pelaksanaannya, dengan begitu dapat menjamin secara maksimal tidak adanya sebuah pembagian tugas tertentu atau hal-haal lainnya yang tak kalah pentingnya.
Selaanjutnyaa dari sasaran ini dikelompokan menjadi sasaran dan penentu skala prioritasnya. Pengelompookan sasaran dan penentuan skalaa prioritas dapat mewujudkan tujuan yang ingin dicapai secara sistematis, yaitu dengan memerhatikan atau meprioritaskan hal-hal yang lebih penting, dengan tidak mengabaikan schedule program yang sudah tetap, sehinggga aapaa yang dinamakan sebuah efesiensi dapat terlaksana.
Selanjutnya tugas dari perencanaan lainnya adalaah mengkaji kondisi yang berkembang, mengetahui segalaa potensi yang dimiliki, dan potensi apaa saja yang telah terpenuhi, dan yang belum terpenuhi. Mengkaji disini diartikan sebagai upaya melakukan sebuha kajian terhadap kondisi yang melingkupinya dan berbagai kondisii yang ada.
b.      Pengorganisasian
Maju atau mundurnya sebuah organisasi atau lembaga sangat di tentukan oleh kualitas ddan kapasitas keilmuuan para pengeloanya. Begitu pula dengan lembaga PUSDAI (Pusat Dakwah Islam) yang merupakan pusat serta motor penggerak utama kegaitan-kegiatan dakawah diwilayah bandung dan sekitarnya. Oleh karena itu pengelolaannya harus memiliki orang-orang yang memiliki pengetahuan luas, memahami manajemen organisasi, siap bekerja keras serta ikhlas mengabdikan dirinya untuk umat dan syariat islam.
Pengorganisasian adalah seluruh proses pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas-tugas, tanggung jawab, dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat digerakan sebagai suatu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Definisi tersebut menunjukan, bahwa pengorganisasian merupakan langkah pertama ke arah pelaksanaan rencana yang telah tersusun sebelumnya. Dengan demikian adalah suatu hal yang logis pula apabila pengorganisasian dalam sebuah kegiatan akan menghasilkan sebuah organisasi yang dapat digerakan sebagai suatu kesatuan yang kuat (Ahmad Fadli,30:2002)

6.      Pelaksanaan Program dan Pengawasan Proses Penerapan Manajemen Pengelolaan Sumber Daya yang ada di PUSDAI (Pusat Dakwah Islam)
1.      Pelaksanaan Program
                                    a.      Merealisasikan Program Kegiatan
1.      Kuliah dan Dialog Subuh         
Kegiatan rutin tiap Ahad Pkl. 09.00-10.30 WIB bersama berbagai narasumber (ulama/ustadz/pakar) di Ruang Seminar Pusdai Jabar Jln. Diponegoro 63 Bandung. Terbuka untuk Umum dan Tidak Dipungut Biaya/Gratis).
2.      Kuliah & Dialog Dhuha
Kegiatan rutin tiap Ahad Pkl. 09.00-10.30 WIB bersama berbagai narasumber (ulama/ustadz/pakar) di Ruang Seminar Pusdai Jabar Jln. Diponegoro 63 Bandung. Terbuka untuk Umum dan Tidak Dipungut Biaya/Gratis).

Jadwal Penceramah: Januari-Desember 2010
No.
Tanggal/Bulan/Tahun
Nama Penceramah
Keterangan
1
03 Jan 2010
10 Jan 2010
17 Jan 2010
24 Jan 2010
24 Jan 2010
Drs. H. Zainal Abidin, M.Ag
Prof. Dr. H. Ahmad Tafsir
dr. H. Hanny Ronosulistyo, Sp.
KH. Saeful Islam Mubarok, Lc. M.Ag
Dra. Hj. Lenny Umar
Ketua Pusdai
UIN Bdg
OG(K)/RSI Al Ikhsan
MAQDIS
Mubaligah
2
07 Feb 2010
14 Feb 2010
21 Feb 2010
28 Feb 2010
Drs. KH. Shoimun
H. Badrudin, M.Ag
Prof. Dr. H. Sanusi Uwes
Drs. KH. Mukhtar Kholid
P.Dialog.Shubuh RRI
Depag Kota Bdg
UMC
Pontren As Salam Bdg
3
07 Mar 2010
14 Mar 2010
21 Mar 2010
28 Mar 2010
Prof. Dr. H. Dedi Mulyasana
KH. Athian M. Ali Da’i. M.A
Dr. Ir. T. Abdullah Tsany, M.Sc
Drs. H. Ahmad Djuaeni, M.Pd
UNINUS
FUUI
ITB
Pusdai
4
04 Apr 2010
11 Apr 2010
18 Apr 2010
25 Apr 2010
Prof. Dr. H. Afit Muhammad, M.A
H. Munawir Salman, S.Ag
Prof. Dr. Dedi Mulyasana
Dra. Hj. Ines Farines Asyjar
UIN Bdg
Depag Kab. Bdg
Uninus
Mubalighah
5
02 Mei 2010
09 Mei 2010
16 Mei 2010
23 Mei 2010
30 Mei 2010
Prof. Dr. H. Abdurrahman, M.A
H. Asep Sudarman, S.Ag
Ir. H. Zulkarnaen
Drs. KH. Dindin Sholehudin, M.A
H. Dendi Abdul Aziz, M.Si
UNISBA
Dialis Radio Rama FM
DMI Jabar
UIN SGD Bdg
KBIH Pusdai
6
06 Jun 2010
13 Jun 2010
20 Jun 2010
27 Jun 2010
Drs. H. Mualif
Dra. Hj. Ines Farines Asyjar
Drs. H. Uu. Saifuddin, ASM. M.Ag
Aep Wahyudin, M.Ag
Kasi Penamas Depag Kota Bdg
Mubalighah
UNISBA
MQ-TV
7
04 Jul 2010
11 Jul 2010
18 Jul 2010
25 Jul 2010
Drs. H. Iding Bahrudin, M.M.Pd
H. Asep Sudarman, S.Ag
H. Asep Totoh Ghozali, M.Ag. MBA
Drs. H. Bukhari Muslim
PUI Jabar
Dialis Rama FM
IPHI Jabar
Mubaligh
8
01 Agt 2010
08 Agt 2010
15 Agt 2010
22 Agt 2010
29 Agt 2010
Drs. H. Dadan Suherdiana, M.Ag
H. Syarifudin, M.Ag
Drs. H. Muchtar Gandaatmadja, MM
Drs. H. Tholabudin
Efendi Rahmat, M.Ag
UIN SGD Bdg
KUA Cibiru
KBIH Kota Bandung
PW. NU
Penamas Depag Kota Bdg
9
05 Sep 2010
12 Sep 2010
19 Sep 2010
26 Sep 2010
Drs. KH. Shoimun
-
-
Drs. H. Arif Rahman, M.Ag
Kuliah Shubuh RRI Bdg
Libur Idul Fitri 1431 H
Libur Idul Fitri 1431 H
UIN SGD Bdg
10
03 Okt 2010
10 Okt 2010
17 Okt 2010
24 Okt 2010
31 Okt 2010
H. Ahmad Humaedi, M.Si
Dra. N. Imas Rosyanti, M.Ag
Drs. H. Ayat Dimyati, M.Ag
Drs. H. Tatang Sumirat, S.Pdi
Drs. H. Asep Mustofa Kamal, M.Ag
LSD. Al Mustanir
UIN SGD Bdg
PW. Muhamadiyah
Depag Kota Bdg
LPTQ Jabar
11
07 Nov 2010
14 Nov 2010
21 Nov 2010
28 Nov 2010
H. Hasyim As’ari
Drs. H. Muh. Fauzan Jaenuri, M.Ag
Drs. Mimin Sutisna
H. Tubagus Muslim
Mubaligh
Ponpes Al Muhajir
Depag Kota Bandung
Yayasa Darma Asri
12
05 Des 2010
12 Des 2010
19 Des 2010
26 Des 2010
Drs. KH. Shoimun
H. Asep Sudarman
Drs. H. Arip Syafrudin
H. Yahya Ajlani, S.Ag
Kuliah Subuh RRI Bandung
Dialis Rama FM
Ponpes Syi’arul Quran
Masjid Raya Bandung







Khotib Jumat : Januari-Desember 2010
No.
Tanggal/Bulan/Tahun
Nama Khatib Jum’at
Keterangan
1
01/01/2010
08/01/2010
15/01/2010
22/01/2010
29/01/2010
Drs. H. Zainal Abidin, M.Ag.
Prof. DR. H. Dadang Kahmad, M.Si.
-
DR. H. Dedi Mulyasana, M.Pd.
Drs. KH. Hafizh Utsman
PUSDAI
PW MUHAMADIYAH
KAB. BANDUNG
UNINUS
MUI JABAR
2
05/02/2010
12/02/2010
19/02/2010
26/02/2010
DR. H. Afif Muhammad, MA.
-
Drs. H. Muhaimin Luthfie ,MM.
-
UIN SGD BANDUNG
KAB. BANDUNG
DEPAG JABAR
KOTA BANDUNG
3
05/03/2010
12/03/2010
19/03/2010
26/03/2010
Prof. Dr. KH. Miftah Faridl
-
Prof. Drs. H. Endang Soetari AD., M. Si.
KH. Hafizh Usman
-
KAB. CIREBON
UIN
MUI
4
02/04/2010
09/04/2010
16/04/2010
23/04/2010
30/04/2010
-
KH. Olih Komarudin
Prof. Dr. Dadang Kahmad, M.Si
-
dr. Hanny Rono
KOTA CIMAHI
-
Muhammadiyah Jabar
KAB. BANJAR
RSI Al-Ihsan
5
07/05/2010
14/05/2010
21/05/2010
28/05/2010
H. Saeful Islam Mubarok, Lc. ,M. Ag.
-
Drs. Ahmad Sarbini, M.Ag
KH. Athian Ali M. Da’i
MAQDIS
KAB. BDG BARAT
UIN Bandung
FUUI
6
04/06/2010
11/06/2010
18/06/2010
25/06/2010
-
Drs. H. Asep Zaenal Aushof, M.Ag
-
Prof. Drs. KH Masdar Helmi
KAB. PURWAKARTA
ITB
KAB. BOGOR
-
7
02/07/2010
09/07/2010
16/07/2010
23/07/2010
30/07/2010
-
Prof. Dr. H. Rachmat Syafe’i, MA
-
-
Drs. Ahmad Djuaeni, M.Pd.
KOTA SUBANG
-
KAB.BEKASI
KAB. KUNINGAN
-
8
06/08/2010
13/08/2010
20/08/2010
27/08/2010
-
KH. Zezen Zainal Abidin
-
Drs. H. M. Iding Bahrudin, M.M.Pd.
KAB. GARUT
SUKABUMI
KOTA SUMEDANG
PUI JABAR
9
03/09/2010
10/09/2010
17/09/2010
24/09/2010
-
Drs. H. Ayat Dimyati, M.Ag
-
-
KAB. SUKABUMI
PW MUHAMMADIYAH
KAB. CIAMIS
KAB. KARAWANG
10
01/10/2010
08/10/2010
15/10/2010
22/10/2010
Drs. H. Diding Hasan
-
-
Prof. Dr. Syamsu Yusuf, M.Pd
Depag Kota Bandung
KAB. BEKASI
KAB. INDRAMAYU
STAI Siliwangi
11
05/11/2010
12/11/2010
19/11/2010
26/11/2010
Dr. Ir. T. Abdullah Tsany, M.Sc
-
-
Prof. Dr. KH. Sofyan Tsauri, M.Pd
ITB
KAB. MAJALENGKA
KAB. DEPOK
UPI
12
03/12/2010
10/12/2010
17/12/2010
24/12/2010
31/12/2010
-
-
Drs. Zaenal Mukarom, M.Si MM
-
Prof. Dr. H. Fuad Wahab
KAB. CIANJUR
KOTA CIREBON
UIN Bandung
KOTA TASIKMALAYA
UIN Bandung

                                   b.      Program Kegiatan Masjid
1.      Majelis Ta’lim Wanita
 Tiap Kamis Kedua dan Keempat Pkl. 09.30-12.00 WIB di Ruang Utama Masjid Pusdai. Materi Reguler : Tahsin Al-Quran dan Taushiyah/Ceramah dari berbagai narasumber, khususnya Ustadzah, seperti Hj. Lilih Solihat, Hj. Ines Farines Asyjar, Hj. Ucu Hayati, S.Ag., Dra. Imas Rosyanti, M.Ag, dll.
2.      KBIH Pusdai
Kelompok Bimbingan Ibadah Haji. Menerima Pendaftaran Calhaj 2008-2009. Pembimbing : Drs. H. Ahmad Djuaeni, M.Pd & Drs. Zaenal Abidin, M.Ag. Pendaftaran : Setiap hari Senin-Ahad, kecuali Libur Nasional. Tempat Pendaftaran : Gedung Pusdai Jabar Jln. Diponegoro 63 Bandung Tlp. (022) 7217531 ext. 108.*
KBIH PUSDAI didirikan pada tahun 2000 atas prakarsa pengurus Pusdai Jawa Barat yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pada awal kepengurusannya relatif mendapat respon yang baik dari warga sekitar dan masyarakat Islam pada umumnya.
Pada tahun pertama, KBIH PUSDAI Jabar memberangkatkan sekitar 32 orang. Seiring berjalannya waktu, KBIH PUSDAI Jabar semakin dikenal masyarakat sehingga pada tahun-tahun berikutnya jumlah jemaah semakin bertambah.
Selain jamaah yang berasal dari kota bandung, ada juga jamaah yang berasal dari luar kota seperti: Bekasi, Majalengka, Garut, Tasik, Sumedang dll. Sepanjang perjalanannya, jumlah jamaah terbanyak terjadi pada tahun 2005 yakni 202 orang.
KBIH PUSDAI Jabar memiliki izin operasional dari Kantor Departemen Agama Provinsi Jawa Barat Nomor : W.i/HJ.01/2032/2002 Tahun 2002. Kemudian pada tahun 2009 diperbaharui dengan Surat Izin Operasional Kantor Departemen Agama Provinsi Jawa Barat Nomor : Kw.10.3/3/Hj.01/3175/2009 tentang Pemberian Izin Operasional kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Pusat Dakwah Islam Jawa Barat Bandung.
KBIH PUSDAI Jabar didirikan dengan tujuan:
1.      Mendukung program pemerintah dalam memberikan informasi haji kepada masyarakat
2.      Memberikan pelayanan kepada masyarakat Islam (khidmatul ummah)
3.      Memberikan bimbingan manasik kepada Calon jamaah haji
4.      Memberikan bimbingan manasik kepada calon jemaah di tanah air dan di tanah suci
5.      Bersama dengan jamaah meraih haji mabrur
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, KBIH PUSDAI Jabar berupaya memberikan pelayanan terbaik yang didukung beberapa fasilitas antara lain:
1.      Ruang Seminar Besar ber-AC  dengan daya tampung sebanyak 150 orang
2.      Masjid Pusdai Jabar dengan daya tampung 4500 orang
3.      Ruang Multimedia ber-AC dengan daya tampung 50 orang
4.      Plaza Timur Masjid tempat praktek manasik haji disertai alat simulasi Ka’bah, Shafa-Marwa, Arafah, Mina dll.
5.      Perpustakaan yang memuat buku-buku Islam dan berbagai disiplin ilmu
6.      Gedung Serbaguna “Bale Asri” dengan daya tampung sebanyak 2000 orang.
Manasik Teori dan Praktek dibimbing oleh para instruktur yang berpengalaman, yakni:
1.      Prof. Dr. KH. Miftah Faridl
2.      Prof. Dr. H. Dedi Mulyasana, M. Pd.
3.      Prof. Dr. H. Asep Saeful Muhtadi, MA.
4.      Drs. KH. Zainal Abidin, M.Ag.
5.      Drs. H. Ahmad Djuaeni, M.Pd.
6.      Drs. H. Iding Bahrudin, M. Mpd, dll.
Bimbingan manasik (teori) dilaksanakan setiap hari Ahad pukul 13.00 s/d 17.00 WIB bertempat di Ruang Seminar Besar lantai 2 Pusdai Jabar. Praktek manasik dilaksanakan pada hari Ahad pukul 07.00 s/d. 11.00 WIB bertempat di Plaza Timur Masjid, Taman dan area parkir Barat.
Informasi dan Pendaftaran
Untuk informasi dan pendaftaran hubungi Sekretariat KBIH PUSDAI Jabar Jl. Diponegoro no. 63 Tlp. 022 91556086, 08156299130, 081320261790
3.      LBQ Pusdai
 Lembaga Bimbingan Baca-Tulis Al-Quran. Sekretariat : Ruang Cendikia Lt. II Pusdai Tlp. (022) 70564077, 08112262356, 081322181107. Program Bimbingan : Bimbingan Baca Quran Sistem Cepat (4 Jam Bisa); Bimbingan Perbaikan Baca Quran (Tahsin); Bimbingan Bahasa Arab Quran Plus Tafsir; Bimbingan Hapalan Quran (Tahfidz): Program Bimbingan Bahasa Arab, Inggris, Jepang, Jerman, Mandarin, dan Prancis: dan Arabic & English Club.
Laboratorium Bahasa dan Al-Qur’an (LBQ) (d/h Laboratorium Pengembangan Bahasa (LPB) menyelenggarakan program kegiatan berupa:
1.      Program Bahasa (Bahasa Arab, Inggris, Jepang, Mandarin, Jerman dan Perancis).
2.      Program Al-Qur’an (Bimbingan dan Perbaikan Baca Al-Qur’an untuk Remaja, Mahasiswa, dan Umum).
3.      Pengelolaan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan Taman Kanan-Kanak (TKA) Pusdai.
4.      Al-Barqy, metode cepat bisa baca Al-Qur’an (dari NOL) hanya 4 jam (4 kali ) pertemuan saja Anda bisa membaca Al-Qur’an.
5.      Quantum Tahsin, lompatan dalam mempelajari ilmu tajwid, dalam waktu yang relatif singkat santri dapat memahami kaidah ilmu tajwid tanpa menghafal teori sekaligus dapat fasih membaca Al-Qur’an.
6.      QUANTUM ARABIC –lompatan dalam belajar bahasa Arab dengan metode ekletik (al-Intiqaiyyah); Penggabungan dan Pemilihan Metode Belajar. Pokok Bahasan : Kaidah Nahwu – Sharaf Praktis, 400 kosa kata kunci Al-Qur’an; Tip terjemah praktis.
* Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Kang Ayi (0811 22 62 356)
4.      TPA Pusdai
Taman Pendidikan Al-Quran Pusdai menerima santri baru Pra TPA s.d. SMP. Informasi : (022) 7217531 ext. 124, (022) 70564077, 081322181107
5.      LZP – Lumbung Zakat Pusdai
Lumbung Zakat Pusdai (LZP). ZIS dapat diserahkan melalui setoran langsung ke Kantor LZP, dijemput petugas LZP, atau Transfer ke Rekening LZP di Bank Jabar No. Rekening 0024-102XF6-100. Konsultasi ZIS : 022.7205750, 08882358763.*
LUMBUNG  ZAKAT  PUSDAI (LZP) didirikan berdasarkan Surat Keputusan Yayasan Darma Asri No. 01/Kep/IV/2006 untu menghimpun dan memberdayakan dana zakat, infak, dan sedekah umat Islam khususnya jamaah masjid Pusdai Jabar.
Cara menunaikan kewajiban zakat:
1.      Disetor langsung kekantor Lumbung Zakat Pusdai (LZP)
2.      Dijemput petugas (LZP) ke kantor atau rumah muzzaki
3.      Transper ke rekening Lumbung Zakat Pusdai Jabar.
No Rekening : Bank Jabar 0024-102XF6-100
Ø  Progam LZP (Lumbung Zakat Pusdai
Penggalian Dana ZIS:
1.      Layanan Minum Garatis (insidental)
2.      Nada dan Dakwah (Malam Bina Umat)
3.      Counter Zis Ramadhan
4.      Tebar Kotak Infak
Ø  Pemberdayaan
1.      Santunan Dana Produktif (SDP)
2.      Santunan Dana Pendidikan (LDPen)
3.      Santunan Dana Bencana (SDB)
4.      Santunan Dana Kesehatan (SDKes)
5.      Santunan Dana Fidyah (SDF).
Ø  Program Sosial
a.       Layanan Kesehatan Masyarakatmerupakan unit pelayanan kesehatan bagi masyarkat khususnya kaum dhu’afa secara Cuma-Cuma :
I.        Klinik Umum
         Pemeriksaan Kesehatan Umum
         Pemeeriksaan Kesehatan Gigi
         Pemeriksaan Kesehatan Ibu Hamil dan Kesehatan Anak
         Operasi katarak 1x setiap bulan
         Operasi Bibir Sumbing 1x setiap bulan
II.      Klinik Bersalin
III.      Klinik Khitan
IV.      Ambulance Gratis
b.      Layanan MasyarakatMerupakan unit pelayanan masyarakat yang buka setiap hari kerja mulai jam 09.00 – 15.00, hal yang ditangani mulai dari masalah Kesehatan, Pendidikan, Sandang-pangan dan Ekonomi, layanan ini kerjasama dengan berbagai pihak guna menjaga amanah dan optimalisasi dana zakat, bantuan yang diberikanpun sesuai permasalahan yang dihadapi dan tidak selalu berupa dana :
         Kesehatan : berupa pengantar pemeriksaan klinik dan obat, pengantar tebus resep, pengantar pemeriksaan labolatorium.
         Pendidikan : bantuan diberikan langsung ke pihak sekolah.
         Transportasi : diberikan surat jalan sebagai pengganti tiket.
         Sandang-pangan : diberikan dalam bentuk pakaian, buku, beras.
         Ekonomi : dalam bentuk pinjaman modal tanpa bunga.
Seluruh pengajuan melewati prosedur yang telah di tetapkan guna menjaga keamanahan penyaluran dana Zakat.
Ø  Haji Peduli Umat
Haji peduli umat merupkan program baksos tahunan yang diselenggarakan sekali dalam setahun melalui kegiatan social diantaranya :
         Nikah massal Gratis
         Khitanan massal Gratis
         Tabligh Akbar
         Baksos ke daerah-daerah dhu’afa yang membutuhkan layanan kesehatan 2x dalam setahun
Dana yang dihimpun berasal dari para donatur dan para alumni haji KBIH Pusdai ( kelompok Bimbingan Ibadah Haji ) Pusdai.
Ø  Program Pemberdayaan
a.      Rekrut Anak Yatim
Merekrut anak yatim dhu’afa yang berprestasi & berupaya untuk meciptakan generasi – generasi / insan Paripurna
b.      Tebar Qur’an & Qurban
Tebar Qur’an ke daerah-daerah rawan baca Alqur;an, rawan kristenisasi, plus pendampingan / bimbingan oleh para Ustadz.
Tebar Hewan Qurban ke daerah-daerah rawan pangan / daerah bencana yang dari mulai pengiriman, penyembelihan dan pembagiannya di kerjakan petugas LZP dan melibatkan masyarakat yang berada di daerah / desa tersebut.hewan Qurban yang dibeli berasal dari peternak di daerah tersebut guna memberdayakan peternak itu sendiri.
c.       Santunan Sarana Keagamaan
Bantuan kepada mesjid atau madrasah yang relative berada di daerah-daerah terpencil dan tidak ter sentuh oleh para Aghniya yang berada di perkotaan, maka LZP Pusdai melalui program ini menyalurkan dana Wakaf dari para Aghniya / Donatur yang diberikan berupa Dana / Bahan Bangunan / Bahan Pelajaran ( Alqr’an, Iqro dan buku-buku keagamaan lainnya.
d.      Santunan Dana Produktif
Santunan Dana Produktif merupakan bantuan berupa modal usaha tanpa bunga bagi para pedagang / merintis berdagang dan berpotensi untuk berkembang ( menyerap tenaga kerja ) dan sangat membutuhkan modal.
e.       Sosialisasi Pengembangan ZIS
Melalui pelatihan-pelatihan :
         pelatihan menegemen Zakat
         pelatihan menegemen mesjid
         pelatihan Da’i dan Khotib bagi remaja mesjid
         pelatihan Imam dan Adzan
Ø  Program Kemanusiaan
Adalah program bantuan penanganan bencana baik bencana alam maupuan bencana sosial sebagai wujud dari kepedulian kepada masyarakat korban bencana, bantuan disalurkan berupa : sembako, obat-obatan, bahan bangunan, mushaf Alquran dll
Bantuan yang sudah tersalurkan antara lain ke daerah-daerah bencana seperti : bencana tsunami Aceh, gempa Yogja, banjir lumpur Garut, tsunami Pangandaran dan Ciamais, gempa Pangalengan longsor Ciwidey, banjir Dayeuh Kolot dll.

6.      Perpustakaan Pusdai
            Terbuka untuk umum tiap hari Senin s.d. Jumat, Pkl. 10.00-16.00 WIB. Tersedia buku-buku agama, umum, kliping koran, dll.

ü  Mushaf Sundawi
Salah  satu yang menjadi ciri  khas Pusdai Jabar adalah Al-Qur’an Mushaf Sundawi, sebuah karya monumental mushaf yang iluminasi atau ornamenya berasal dari motif Islami  Jawa Barat,  seperti  mamolo  mesjid, motif batik,  mihrab, dan artefak lainnya. Desainnya bersumber pada flora khas Jawa Barat, seperti Gandaria dan Patrakomala.
Penulisan Mushaf Sundawi mengacu dan tunduk pada kaidah baku ragam Utsmani dengan jenis  tulisan atau Khat Naskhi, Tsuluts, dan Kifi. Mushaf  Sundawi ditempatkan pada peti yang didesain khusus dan dipamerkan  di ruang pameran Mushaf Sundawi di kompleks Pusdai Jabar.
Mushaf  Sundawi diharapkan  menjadi bagian dari tonggak kesinambungan upaya aktualisasi  kehidupan dan spiritualitas Islam yang terus dilestarikan hingga generasi akhir zaman.
Dalam sebuah obrolan dengan Ketua Pusdai Jabar Drs. H. Zaenal Abidin, M.Ag., terungkap bahwa kepanjangan Pusdai sebenarnya bukan Pusat Dakwah Islam, melainkan Pusat Studi dan Dakwah Islam.
Setidaknya, itu pulalah yang menjadi visi-misi beliau dalam memimpin Pusdai sekarang. Beliau ingin agar Pusdai ini benar-benar menjadi pusat studi Islam, tempat umat mengkaji, menelaan, atau memperdalam ilmu keislaman demi peningkatan kualitas ilmu, iman, dan amal Islami; juga sebagai pusat dakwah, tempat umat melakukan berbagai aktivitas syiar Islam, seperti diskusi, seminar, kajian, ceramah, tablig akbar, dan sebagainya.
BAB III
Faktor Pendukung dan Penghambat Proses Penerapan Manajemen Pengelolaan Sumber Daya yang ada di PUSDAI (Pusat Dakwah Islam)

Faktor pendukung berjalannya manajemen di pusdai dan berbagai macam kegiatan yang biasa dilakukan di pusdai adalah:
1)      Ada orang yang masih setia dan tetap mempertahankan keberadaan pusdai.
2)      Masih ada sarana yang sering dibutuhkan oleh banyak orang.

Dan faktor penghambat proses penerapan manajemen pengelolaan sumber daya yang ada di pusdai diantaranya adalah:
1)      Kurangnya sumber daya manusia itu sendiri. Karena memang sumber daya manusia merupakan pokok terpenting bagi berjalannya manajemen, sumber daya manusia merupakan penggerak dan pengelola manajemen. Hal ini berdampak besar bagi kemajuan pusdai.
2)      Kemudian faktor yang kedua adalah kurangnya dukungan dari masyarakat sekitar. Contohnya, pada waktu shalat tiba hanya beberapa orang yang melaksanakan shalat berjamaah di masjid pusdai. dan kebanyakan hanya orang pendatang, yang lewat kemudian melaksanakan shalat di masjid ini.
3)      Faktor yang ketiga adalah kurangnya rasa memiliki dari masyarakat Bandung itu sendiri. Sehingga pada saat berkunjung ke pusdai mereka kurang menjaga tata tertib yang seharusnya diberlakukan di pusdai, contohnya membuang sampah sembarangan, sandal di pakai ke lantai/ emperan masjid.
Selain dari tiga faktor di atas, masih banyak hal yang menjadi penghambat terlakasananya manajemen pengelolaan sumber daya yang ada di pusdai. yaitu faktor intern yang tidak dapat dipublikasikan kepada khalayak ramai.
Tanggapan masyarakat sekitar terhadap kondisi terkini PUSDAI, diantaranya:
1)      Kondisi masjid pusdai suka bocor ketika kondisi hujan
2)      Tidak ada imam besar, khusunya ketika berjamaah shalat shubuh dan isya
3)      Kurangnya etika dari para pegawai
4)      Jamaah ingin mengurangi kegiatan diluar aktivitas (program) PUSDAI.

BAB V
Kesimpulan dan Saran

Semanjak berdirinya pusdai yang dulunya bernama Islamic Centre sebagai lembaga, Pusdai adalah lembaga dakwah atas fasilitas Pemprov Jabar untuk menjadi sentral pemrograman, pembinaan, dan pengembangan syiar Islam di wilayah Jawa Barat. Lembaga ini –bersama Masjid At-Ta’wun Puncak Bogor– berada di bawah kendali Yayasan Darma Asri, sebuah yayasan yang berada di bawah naungan Pemprov Jabar. Dan samapai saat inipun pusdai masih tetap menjadi pusat pemograman, pembinaan, dan pengembangan syiar dakwah Islam, juga tidak terlewatkan yaitu sebagai suatu lembaga yang selalu siap melayani masyarakat dan mempunyai tujuan untuk kesejahteraan masyarakat.
Untuk membantu lancarnya manajemen organisasi masjid mesti ditunjang oleh tertibnya kegiatan admiinistrasi. Terlebiih masjid-masjid dewasa ini memiliki fungsi-fungsi yang lebih kompleks dan spesifik. Administrasi bisa merupakan cerminan berjalan atau tidaknyya roda organisasi. Administrasi adalah mengurus, menuntun, atau mengendalikan organisasi ke arah tujuan untuk mewujudkan tujuan itu.
Tidak berbeda dengan fenomena dalam berbagai organisasi lainnya, pada organisasi berbasis masjid pun administrasi biasanya juga berkenaan dengan hal yang sama yakni surat-menyurat dan pengarsipan dokumen. Kegiatan ini kelihayannya sepele, namun sangat vital jika tidak berjalan, karena administrasi dapat mmerupakan pusat data sebuah organisasi. Hanya orang-orang yang benar-benar teliti yang mampu mengerjakannya dengan baik. Untuk mengarahkan para pengurus masjid, diperlukan kader-kader da’i yang berwawasan pembangunan yangg dibekali pengetahuan yang mumpuni dan komprehensif. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan pendidikan khusus mengenai berbagai skill atau keahlian. Pendidikan ini bertujuan untuk mendidik kader-kader yang dijaring dari kalangan muda terpelajar. Skill atau keahlianyang harus dimiliki oleh seorang pengurus atau pengelola sebuah organisasi secara umum mencakup 3 macam keahlian, yakni: keahlian sosial-kemanusiaan (human skill), keahlian manajerial (managerial skill), dan keahlian teknis (technical skill).

0 komentar:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More